Pages

Friday, December 5, 2014

Sisi Lain Kota Dubai Yang Dihilangkan Dari Peta

Gemerlap malam Dubai


30 tahun yang lalu Dubai hampir seluruhnya adalah padang pasir yang gersang. Tetapi sekarang ini Dubai menjadi salah satu kota perdagangan dunia dan menjadi destinasi wisata global.

Penduduk Dubai dibagi menjadi ke dalam tiga kasta: kasta pertama The Emiratis (penduduk asli Dubai), The Expats (pekerja asing eksekutif), dan The Labourers (buruh yang membangun kota Dubai dan pekerja kasar lainnya, berasal dari India, Pakistan, Banglades, dan Tiongkok).

Meski menjadi pilar penting pembangunan kota Dubai, namun dalam kenyataannya The Labourers berada dalam kasta yang paling rendah, dan juga hidup dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Mereka ini ditempatkan di pinggiran kota yang bernama Sonapur.

Kondisi di Sonapur berbanding terbalik dengan kondisi di Dubai, jauh dari gemerlap. Dan bahkan keberadaan kota ini sengaja dihilangkan dari peta Dubai.


Seorang fotografer asal Iran, Farhad Berahman, mengabadikan keadaan di Sonapur.
Rumah susun di Sonapur

Dapur umum di Sonapur yang kotor
Pasar malam di Sonapur

Pekerja yang mencari tanbahan dengan menjual makanan
Pasar sayur di Sonapur

1 kamar 5 orang
Dengan sepotong kaca bekas membuka tempat cukur

Masjid, satu-satunya bangunan di Sonapur yang dirawat dengan baik
Para buruh migran ini tidak bisa memilih tempat yang lebih layak, karena memang gaji yang diberikan sangat kecil untuk standar di sana, sekitar 800 AED atau setara dengan Rp2,6 jutaan. Yang lebih menyedihkan lagi adalah para bos menahan passport mereka dan memaksa untuk bekerja selama 14 jam di bawah suhu yang ekstrim untuk membangun gedung pencakar langit Dubai.

Bus yang mengangkut para pekerja


Pekerja sedang membangun gedung pencakar langit
Foto: Farhad Berahman

No comments:

Post a Comment

 
UA-57881050-1
UA-57881050-1